Senin, 13 Juni 2011

Penempatan Posisi Akuarium Ikan Hias

Bila anda akan menempatkan akuarium di rumah, hindari penempatan akuarium yang terkena sinar matahari langsung. Akuarium yang terkena langsung sinar matahari akan menimbulkan tumbuhnya ganggang. Ganggang tersebut akan menjadi pesaing bagi tanaman air anda yang menyediakan nutrisi bagi ikan.
Tumbuhnya ganggang pada akuarium menyebabkan akuarium tidak indah dipandang mata.

Sinar matahari juga akan menyebabkan terjadinya fluktuasi suhu pada air akuarium yang secara otomatis akan membuat ikan stress.
gerakan-gerakan secara konstan dan terjadi berulang-ulang di luar akuarium akan terlihat jelas, hal ini bisa menyebabkan ikan menjadi stress, akibat terlihatnya gerakan-gerakan yang terjadi di luar akuarium.


sumber : http://hobiikan.blogspot.com

Pengaturan Akuarium Ikan

Sebelum diisi ikan akuarium perlu diisi air dulu. minimal 7 hari air perlu didiamkan untuk siklus. Pertama air di dalam akuarium perlu ditambahkan 'air conditioner' untuk mengikat logam berat yang berasal dari air keran serta sebagai penetral klorin dan chloramines. langkah kedua tambahkan 'bio-starter', bio-starter yang mengandung bakteri nitrifikasi akan menetralkan amonia dan nitrit yang beracun bagi ikan.

jika anda ingin serius untuk memelihara ikan pada akuarium maka anda perlu berinvestasi untuk menyediakan filter penyaring. Filter penyaring pada akuarium akan membantu memecah produk limbah pada akuarium. filter ini akan membantu mengoptimalkan kondisi air yang baik sehingga ikan-ikan yang dipeliharapun akan sehat.
budidaya ikan

pemilihan ikan hias untuk dipelihara pada akuarium atau wadah pemeliharaan

Bila kita berniat untuk memelihara ikan pada akuarium atau wadah pemeliharaan, maka salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis ikan yang akan dipelihara.

untuk jenis ikan yang akan dipelihara pada wadah pemeliharaan yang disimpan di bawah, maka ikan yang cocok adalah jenis ikan mas seperti koi, koki, komet, atau jenis ikan arwana.

untuk jenis ikan yang akan dipelihara pada wadah pemeliharaan yang disimpan di meja, maka ikan yang cocok adalah ikan : Lohan, Oskar, Diskus, Arwana.

Ikan hias yang dipelihara harus bisa memberikan kepuasan terhadap orang yang melihatnya, jika kita punya kolam atau bak yang posisinya di bawah, bila ditanam ikan lohan atau oskar maka ikan tersebut tidak akan terlihat indahnya. Lohan atau Oskar mempunyai keindahan warna pada sisi samping tubuhnya jadi jika dipelihara di kolam sisi samping tubuhnya tidak akan kelihatan oleh kita.

Penyakit Ikan : Ice-ice Pada Rumput Laut

Penyebab : Faktor Lingkungan dan beberapa jenis bakteri: Pseudoalteromonas gracilis, Pseudomonas spp.. dan Vibrio spp.

Bio – Ekologi Patogen :
• Kasus ice-ice pada budidaya rumput laut dipicu oleh fluktuasi parameter kualitas air yang ekstrim (kadar garam, suhu air, bahan organik terlarut dan intensitas cahaya matahari).
• Pemicu lain adalah serangan hama seperti ikan baronang, penyu hijau, bulu babi dan bintang laut menyebabkan luka pada thallus, sehingga mudah terinfeksi oleh mikroorganisme.
• Pada keadaan stress, rumput laut akan membebaskan substansi organik yang menyebabkan thallus berlendir dan merangsang bakteri tumbuh melimpah di sekitarnya.
• Pertumbuhan bakteri pada thallus akan menyebabkan bagian thallus menjadi putih dan rapuh. Selanjutnya, mudah patah, dan jaringan menjadi lunak yang menjadi ciri penyakit ice-ice.
• Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara vertikal (dari bibit) atau horizontal melalui perantaraan air.

Gejala klinis :
• Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintik / bercak-bercak merah pada sebagian thallus yang lama kelamaan menjadi kuning pucat dan akhirnya berangsur-angsur menjadi putih. Thallus menjadi rapuh dan mudah putus.
• Gejala yang diperlihatkan adalah pertumbuhan yang lambat. terjadinya perubahan warna menjadi pucat dan pada beberapa cabang thallus menjadi putih dan membusuk.

Diagnosa :
• Pengamatan secara visual dan mikrobiologis.

Pengendalian :
• Penggunaan bibit unggul merupakan cara yang sangat penting untuk pengendalian penyakit ice-ice.
• Desinfeksi bibit dapat dilakukan dengan cara dicelupkan pada larutan PK (potasium permanganat) dengan dosis 20 PPM
• Pemilihan lokasi budidaya yang memenuhi persyaratan optimum bagi pertumbuhan rumput laut.
• Penerapan teknik budidaya yang disesuaikan dengan lingkungan perairan
• Memperhatikan musim dalam kaitannya dengan teknik budidaya yang hendak diterapkan.


sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Kesehatan ikan dan Lingkungan